Tuesday, June 12, 2007

Foto Pekan Ini

Guru yang tampil dalam foto pekan ini adalah Ibu Dra. Hj. Emmy D. Siregar. Salah satu guru senior di SMA 30 Jakarta.

Beliau mengajar Sosiologi. Terkenal sebagai guru yang tegas dan disiplin. Mempunyai banyak teman dan dihormati para siswa.

Dalam foto nampak bu Emmy sedang joged. Waktu itu acaranya di Bogor, dan organ tunggal tengah memainkan lagu "Bang Toyib" , jadi spontan bu Emmy langsung bergoyang.

Goyang terus bu Haji...!

PENGUMUMAN UNTUK KELAS XII

  1. Pengumuman hasil ujian akhir kelas XII tahun 2006 - 2007 akan dipublikasikan hanya melalui situs resmi blog SMA 30 Jakarta ini. Jadi siswa tidak perlu datang ke sekolah untuk mengetahui lulus atau tidak.
  2. Pengumuman akan mulai ditayangkan hari Sabtu, tanggal 16 Juni 2007 pukul 08.30
  3. PENTING: bagi siswa yang tidak lulus amat sangat disarankan untuk:
    • mengikuti ujian program paket C
    • ujian paket C akan dilaksanakan mulai hari Selasa, tanggal 19 Juni 2007
    • pendaftaran ujian paket C dapat dilakukan di sekolah (SMA 30) pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 16 - 17 Juni 2007
    • pelaksanaan ujian paket C akan dilaksanakan di SMA 77
    • dengan ijazah paket C, siswa tidak perlu mengulang di kelas XII, dan siswa akan dapat melanjutkan kuliah pada tahun ini juga

Wednesday, June 6, 2007

Ujian Blok II Semester Ini

Ujian Blok II semester ini akan berlangsung dari 7 Juni sampai 13 Juni 2007. Materi Ujian kelas X sebanyak 14 mata pelajaran dan materi kelas XI sebanyak 11 mata pelajaran. Ujian kelas X berlangsung pagi hari. Mulai pukul 7.00 sampai dengan 10.300, Sedangkan waktu ujian kelas XI berlangsung siang hari dari pukul 11.00 sampai dengan 14.30.

Berikut adalah jadwal ujian blok 2 selengkapnya.

JADWAL UJIAN BLOK- 2
KELAS X (PAGI)





HARI/TANGGAL Jam ke Pukul Pelajaran
Kamis 1 07.00 - 08.00 MATEMATIKA
07-Jun-07 2 08.00 - 09.00 PKn


09.00 - 09.30 Istirahat

3 09.30 - 10.30 AGAMA
Jum'at 1 07.00 - 08.00 BAHASA INDONESIA
08-Jun-07 2 08.00 - 09.00 KIMIA


09.00 - 09.30 Istirahat

3 09.30 - 10.30 BAHASA INGGRIS
Senin 1 07.00 - 08.00 BIOLOGI
11-Jun-07 2 08.00 - 09.00 TIK


09.00 - 09.30 Istirahat

3 09.30 - 10.30 SEJARAH
Selasa 1 07.00 - 08.00 FISIKA
12-Jun-07 2 08.00 - 09.00 BAHASA JERMAN


09.00 - 09.30 Istirahat

3 09.30 - 10.30 SOSIOLOGI
Rabu 1 07.00 - 08.00 EKONOMI
13-Jun-07 2 08.00 - 09.00 GEOGRAFI
KELAS XI IPA(SIANG)
HARI/TANGGAL Jam ke Pukul Pelajaran
Kamis, 7 Juni 07 1 11.00 - 12.00 BAHASA INDONESIA


12.00 - 12.30 Istirahat

2 12.30 - 13.30 MATEMATIKA

3 13.30 - 14.30 TIK
Jum'at, 8 Juni 07 1 13.00 - 14.00 BAHASA INGGRIS
Senin, 11 Juni 07 1 11.00 - 12.00 AGAMA


12.00 - 12.30 Istirahat

2 12.30 - 13.30 FISIKA

3 13.30 - 14.30 SEJARAH
Selasa, 12 Juni 07 1 11.00 - 12.00 KIMIA


12.00 - 12.30 Istirahat

2 12.30 - 13.30 PKn

3 13.30 - 14.30 BAHASA JERMAN
Rabu, 13 Juni 07 1 11.00 - 12.00 BIOLOGI




KELAS XI IPS(SIANG)
HARI/TANGGAL Jam ke Pukul Pelajaran
Kamis, 7 Juni 07 1 11.00 - 12.00 BAHASA INDONESIA


12.00 - 12.30 Istirahat

2 12.30 - 13.30 MATEMATIKA

3 13.30 - 14.30 TIK
Jum'at, 8 Juni 07 1 13.00 - 14.00 BAHASA INGGRIS
Senin, 11 Juni 07 1 11.00 - 12.00 AGAMA


12.00 - 12.30 Istirahat

2 12.30 - 13.30 EKONOMI

3 13.30 - 14.30 SEJARAH
Selasa, 12 Juni 07 1 11.00 - 12.00 GEOGRAFI


12.00 - 12.30 Istirahat

2 12.30 - 13.30 PKn

3 13.30 - 14.30 BAHASA JERMAN
Rabu, 13 Juni 07 1 11.00 - 12.00 SOSIOLOGI







Jakarta, 5 Juni 2007



Kepala SMA 30 Jakarta







ttd.











Drs. I Wayan Djineng



NIP: 131 405 655

Wednesday, May 30, 2007

Foto Minggu Ini



Yang tampil dalam Foto Minggu Ini di blog kita kita kali ini adalah Ibu Rosi Nilawati. Guru Matematika kelas X. Ibu ini selalu ceria banyak tertawa dan bercerita. Semua ceritanya pasti lucu. Karena beliau sering tertawa duluan sebelum ceritanya habis, sehingga pendengarnya akan segera ikut tertawa pula. Walaupun ... kurang jelas yang diceritainnya apa. Tapi ... ya lucu aja. abis yang ceritanya lucu sih.

"Ayo anak-anak... mari kita tepuk tangan bersama-sama" kata bu Rosi dengan riang. Anak-anak (tidak terlihat dalam poto) agak bingung, apa yang mesti ditepukin. Tapi karena kasian sama bu (Rosi), akhirnya anak-anak bertepuk tangan juga. "Apa boleh buat..." kata anak-anak, daripada benjol.

Sebulan Ditinggalkan Pak Inung



Pak Inung dipoto bersama pak Dewan. Waktu itu kami ke Bogor, habis lebaran tahun lalu, dalam rangka menghadiri acara "Mengajar tanpa dihajar Stress"

Acara intinya meditasi dan relaksasi. Jadi dalam rangka memasuki awal semester dua, pak Wayan mengharapkan para guru mengajar dengan penuh semangat. Oleh karena itu pak Wayan mengajak guru SMA 30 ke acara ini.

Selain itu juga ada buku-buku yang mengajarkan metode ini untuk dipelajari sendiri. Dalam poto nampak pak Inung lagi melihat-lihat buku itu.

Nah... poto yang bawah itu pak Inung dipoto rame-rame sama temen-temen. Kelihatan khan, ceria dan penuh semangat.

Tapi ya... pak Inung sudah tidak bersama kita lagi. Ia sudah jalan duluan. Tidak lagi ngajar, ngoreksi, atau ngentry nilai ke SAS sampe nginep-nginep seperti semester kemaren.

Semoga Allah SWT melapangkan jalanmu di alam kubur, pak Inung. Temen-temen di sekolah mendoakanmu.


Tuesday, May 22, 2007

Persidangan UN: Pemerintah Kalah, Dinilai Lalai Penuhi Hak Asasi

Kompas, Selasa, 22 Mei 2007

Jakarta, Kompas - Gugatan warga negara terhadap pemerintah atau citizen law suit terkait kebijakan Ujian Nasional atau UN Tahun 2006 oleh 58 orang yang mewakili berbagai komponen masyarakat, dimenangkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam sidang putusan akhir di Jakarta, Senin (21/5). Pemerintah dinilai lalai dalam memenuhi dan melindungi hak asasi warga negara yang menjadi korban kebijakan UN yang ditetapkan pemerintah.

Ketika Hakim Ketua Adriani Nurdin selesai membaca keputusan, puluhan siswa SMA, siswa dan orangtua korban UN, serta masyarakat peduli pendidikan menyambut gembira dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Usai sidang ditutup, secara spontan sejumlah orangtua dan guru bersujud syukur di ruang sidang.

Dalam keputusannya, Majelis Hakim mengabulkan gugatan subsider para penggugat yang memohon hakim untuk memutuskan kasus ini seadil-adilnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Yusuf Kalla, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dan (mantan) Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suhendro selaku tergugat I-IV dalam kasus ini dinyatakan telah lalai dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negara, khususnya hak atas pendidikan dan hak anak.

Mengenai pelaksanaan UN selanjutnya, majelis hakim memerintahkan para tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi yang lengkap di seluruh daerah sebelum melaksanakan kebijakan UN. Sistem pendidikan juga perlu ditinjau.

Adapun untuk siswa yang telah menjadi korban UN, kepada para tergugat diminta untuk segera mengambil langkah-langkah konkret guna mengatasi gangguan psikologis dan mental para perserta didik usia anak akibat penyelenggaraan UN. Dalam kasus ini, para tergugat diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp 374.000.

Wolter Siringo-ringo, salah satu kuasa hukum tergugat (pemerintah), akan melaporkan keputusan hakim tentang UN ini kepada pimpinan mereka. "Jika ditanya, puas apa tidak, ini kan proses hukum. Saya harus melaporkan ini ke pimpinan dulu."

Suasana haru menyambut kemenangan masyarakat yang berupaya agar UN tak dijadikan penentu kelulusan. Orangtua dan anaknya yang menjadi korban UN saling berpelukan dan bertangisan karena penderitaan mereka akibat kebijakan UN akhirnya "didengar". (ELN/WIN)

Saturday, May 19, 2007

Pintar, tetapi Tertutup

Kompas, Sabtu, 19 Mei 2007

Rhenald Kasali

Dalam buku Genom, yang ditulis Matt Ridley, ada nama Joe-Hin Tjio. Disebutkan, Joe, orang Indonesia, telah berperan penting dalam upaya manusia mengurai sandi-sandi yang tersimpan dalam DNA.

Upaya yang dilakukan tahun 1955 itu telah menjembatani karya spektakuler Francis Crick dan James Watson (penemu teori DNA dalam genetika biologi) dengan turunannya, yaitu genetika perilaku. Bersama Albert Levan, Joe-Hin Tjio berhasil mengurai bahwa genetika manusia terdiri atas 23 pasang sel kromosom, bukan 24, seperti dimiliki spesies kera. Proses evolusi menggabungkan dua pasang kromosom kera pada kromosom dua sehingga terwujud sosok manusia. Demikian dijelaskan pakar teori evolusi yang menyaksikan perbedaan pada kromosom dua itu, yang tampak pada pola pita-pita hitam.

Berkat temuan itu, kini para ahli berhasil membaca karakter-karakter apa yang disimpan pada setiap pasang dari 23 sel kromosom manusia, mulai dari kecerdasan, konflik, stres, kepribadian, seks, sampai kemampuan merakit diri.

Bibit-bibit pintar

Joe-Hin Tjio adalah fakta pintarnya orang-orang asal Indonesia. Fakta-fakta lain, diurai Prof Yohanes Surya, yang berhasil mengibarkan bendera Indonesia di antara pelajar asing yang bertarung dalam Olimpiade fisika.

Yohanes Surya telah membawa putra- putri asal Irian Jaya, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, sampai Pulau Jawa, yang ternyata tidak kalah pintar dengan pelajar asing. Padahal, kalau kita jujur, berapa besar investasi yang ditanamkan di bidang pendidikan dibandingkan dengan investasi serupa di negara-negara blok Timur.

Dalam bidang bisnis, putra-putri Indonesia juga tidak kalah pintar. Pada akhir abad ke-20, dua kakak-beradik, Sehat dan Pantas Sutarya, terpilih sebagai orang terkaya di bawah usia 40 tahun di Amerika Serikat. Dua alumnus SMA Kanisius, Jakarta, itu diketahui merantau ke AS sekitar tahun 1980-an dan bersekolah di kampus bergengsi di sana, lalu melakukan penemuan spektakuler di bidang teknologi informasi dan berhasil mengapitalisasinya melalui pasar modal.

Di mana-mana di Indonesia, orang menginginkan anak-anaknya menjadi juara kelas. Perbincangan di kalangan orangtua yang menjemput anak-anaknya di berbagai sekolah (khususnya sekolah dasar) juga tidak lebih dari soal prestasi belajar. Melalui pertanyaan, apa yang membuat para ibu/bapak bangga terhadap anak- anaknya, selalu dijawab: juara kelas.

Keinginan itu dijawab sejumlah pedagang. Mereka menawarkan kursus-kursus berhitung, buku, bahkan aneka seminar yang menjanjikan anak-anak bisa diubah seketika menjadi super-rajin dan superpintar. Bahkan, ada yang menjanjikan dua hal sekaligus: pintar dan cepat kaya.

Terbuka dan kreatif

Kepintaran seseorang dalam dunia akademis bukan penentu tunggal dalam kesuksesan hidup. Bahkan, bukan itu pula tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah untuk memperbaiki cara berpikir seseorang, sekaligus membebaskan manusia dari berbagai belenggu mitos yang mengikatnya. Prosesnya pun panjang, antara 12-18 tahun. Dalam rentang waktu panjang itu sulit ditemui orang yang begitu persisten, pandai secara akademis.

Sejarah menemukan ada orang-orang yang memiliki pola bekerja dan belajar seperti mesin diesel, yang panasnya memerlukan waktu. Lebih mengagetkan lagi, mereka yang pintar secara akademis belum tentu pintar di dunia bekerja.

Dalam hukum genetika perilaku, unsur-unsur pembentuk kepribadian manusia tersimpan dalam bentuk sandi-sandi. Salah satu unsur penting dalam sandi itu adalah huruf O yang mengandung makna keterbukaan (Open mind atau Openness to experience). Dengan demikian, kita mengenal dua jenis manusia pintar.

Pertama, orang-orang pintar yang dikenal sebagai wirausaha sukses yang berhasil membangun berbagai perusahaan besar dan penerima hadiah nobel diketahui memiliki unsur O amat tinggi. Mereka memiliki banyak minat, terbuka terhadap hal-hal baru, kritis, imajinatif, cenderung fleksibel, dan menyukai originalitas.

Kedua, kepintaran mereka berbeda dengan orang-orang yang suka menghabiskan waktu sia-sia sejak di SD yang hanya mengejar nilai tinggi di sekolah. Mereka ini memang pintar, tetapi unsur O mereka bisa jadi amat rendah. Banyak ditemui orang-orang, yang meski berpendidikan tinggi, cenderung reaktif, defensif, bahkan dogmatik. Meski tidak semua orang pintar bersikap demikian, orang-orang yang tertutup punya kecenderungan seperti ini.

Akibatnya, mereka amat resisten dengan hal-hal berbau pembaruan. Bahkan, mereka ingin cepat menyerang, bukan memikirkan atau memeriksa segala hal yang bertentangan dengan pendapatnya atau ilmu yang dianutnya. Mereka tidak welcome terhadap fakta-fakta baru, bahkan cenderung menyangkalnya. Orang-orang seperti ini, meski track-record sekolahnya terbilang pandai dan kemampuan berteorinya tinggi, adalah orang-orang yang tertutup sehingga kurang adaptif.

Jika sebuah institusi dipimpin atau banyak dipimpin oleh orang-orang pintar tipe kedua, dapat dibayangkan apa yang bakal terjadi dengan masa depan institusinya. Kinerjanya akan terus merosot, penerimaan publik dan respek terhadapnya berkurang, tetapi oknum-oknum pintar itu selalu menyangkalnya.

Kenyataan ini berbeda dengan berbagai organisasi yang dipimpin orang-orang yang memiliki cara pandang yang terbuka (pintar tipe pertama). Orang-orang dengan sandi O yang tinggi ini terlihat demikian bergairah mengeksplorasi hal-hal baru dan cenderung kreatif. Mereka juga bukan pemarah yang mudah larut dimakan gosip, tetapi pemberani yang mewujudkan impian baru di masa depan.

Kita perlu memikirkan kembali makna pembelajaran, yaitu apakah untuk membebaskan diri dari berbagai belenggu dengan cara lebih terbuka, atau hanya untuk memintarkan secara akademis. Tentu jauh lebih baik membebaskan mereka dari ketertutupan daripada membesarkan orang- orang pintar, tetapi otaknya tertutup. Seperti kata Albert Einstein, "Ukuran kecerdasan manusia sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk berubah." Itulah makna kecerdasan, yang terkait erat dengan keterbukaan dalam berpikir.

Rhenald Kasali Ketua Program Magister Manajemen Universitas Indonesia